"Jika engkau bukan anak raja dan bukan anak seorang ulama, maka jadilah seorang penulis" - Al Ghazali

Tampilkan postingan dengan label narasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2019

Mengerti

Tak pernah tersingkap terang di akhir pedar
Bahwa selalu ada nyala di dalam suar
Yang berkejar menggapai puncak nabastala
Seraya memahat tinta memorabilia

Semilir angin pagi harum mewangi
Bertuan daksa dan aksara yang ku kenali
Menjalar ke dalam riuhnya alam raya
Mengalir bagai sumber tirta amarta

Mungkin belumlah lama senada bersua
Tetapi rasa, tak mesti banyak bertegur sapa
Sebetapa tinggi-rendah nada dan irama
Ada pelbagai sama yang ujung bermuara

Maka,

Tak perlu lah terburu menguak gaharu
Sebermula dahulu mengejar sesuatu
Menguatkan mencapai harsa di suatu waktu
Hingga Tuhan kan tunjukkan, kecamuk bahagia yang mengharu biru.

I'll be right here,
waiting for something true.




Share:

Rabu, 12 April 2017

Pamflet Masa Darurat—"Sajak Sebatang Lisong"


Sajak Sebatang Lisong

Menghisap sebatang lisong,
melihat Indonesia raya
mendengar 130 Juta rakyat
dan di langit..
dua-tiga Cukong mengangkang
berak diatas kepala mereka

Matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan

Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papan tulis-papan tulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang..
tanpa pilihan
tanpa pohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya


Menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana - sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

Dan di langit
para teknokrat berkata :


"Bangsa kita adalah bangsa yang malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di upgrade,
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor"


Gunung-gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes-protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

Aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

sementara, ketidakadilan terjadi disampingnya

dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gebalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samudra


Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing
diktat-diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan

kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa-desa
menghayati sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata


------
Sajakku,
pamflet masa darurat
apalah artinya renda-renda kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apalah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan.

Kepadamu,
aku bertanya.


WS RENDRA
(Bandung - 19 Agustus 1977) 



Share:

Senin, 06 Februari 2017

Hilang dan Kembali

==============

Sempat aku berada,
di puncak-puncak masa
pertama puncak gilang-gemilangan
dimana rasa
dan pikiranku,
tercurah semua

lewat narasi karya nyata

Pernah pula aku,
ada di puncak lainnya
puncak "iman" namanya
dimana aku mengenal
siapa diriku?
mengapa aku?
apa gunaku?
dan
apa harusku,

seutuhnya

Tak jarang pula diriku,
masuk dalam kubangan gila,
lumpur yang pekat dosa
hitam legam
teramat hina
bohong,
dusta durjana

Sekali lagi aku,
menyingkap topeng itu jua
kepalsuan wajah,
kebenaran hati

kebimbangan kata

Tapi aku,
tak mau kamu
atau dia, dan semua-mua
melihat lusuh diriku
Tidaklah berlama-lama

Biarlah Ia
biar nanti,
biar kan aku dibimbing,
dituntun dengan binar cahya-Nya,
menyalut diri yang buta,
mata
hati

Kaca,
tak pernah kala nya mendua
hanya menyindir si purwa-rupa
onar wajah, onar semua
Satu-satu, dua terasa

Kini saatnya diri,
mengembara jauh.
belum,
kembara diri.
menentu arah,
menguak hati

dan Aku,
biarkanku
dituntunku

Oleh-Nya,
Ia semata
--Pertolongan dari-Nya

Maha Kuasa.


Senja di sore itu..

Share:

Minggu, 02 Oktober 2016

Senjakala

Semburat mentari di kala pagi,
Bagai fantasia pelipur lara
Dalam terangnya coba kuresapi
Makin lekat, nampaklah korona nya

Ah! sungguh bodohnya diri ini
Bertaruh jiwa raga demi sebungkus harap
Bertarung nalar-logika menikam daya,
Namun nyata binarnya tak kunjung jua

Mungkin tak mengerti,
        sesimpel itu
Hanya bisa memandangi,
     sedapat yang ku bisa
Dimana letak salahku?
       tolong beritahu,
Ingatkanlah, arahkan.
   diri ini berjalan sendiri

Senjakala..

Sibukku mungkin tak seberapa,
                         kasat
Beda ku dengan lainnya jelas,
                        terasa
Hujat aku, tapi jangan hujat Tuhan-ku!
                      sungguh,
Hanya Ia yang mengerti dan memahami..
               segala kurang ku

Senjakala..

Kala senja berganti malam,
Ku ingin bisa tuk sekali lagi saja
Nikmati senja ku dibawah lampu temaram
Ber-angan fana serta merangkai kata,
--Menggapai harap dengan segenggam asa

Baturaja, 2016.



I'll take a rest for a while! :)
Share:

Selasa, 02 Agustus 2016

Riuh Sekelebat

Bandwagon, itulah namanya
Kereta idola jalanan raya
Sorak sorai penonton gembira
Menyambut jalan penuh suka cita

Irama nada Do, Re, Mi dan Fa

Melantun melodi dalam ramai kota
Bak sebuah jawab dalam tanya
Bertaut satu, dua dan tiga

Jalan jauh, tempat ditempuh

Hilang arah, semua luruh
Tua-muda tak pandang buluh
Harap dan asa minta dengan penuh

Roda berputar teramat cepat

Sirna, namun bayang terlihat
Makna tersemat tuk 'sang pelompat'
.
Oh, ku sadar hanya riuh sekelebat.
.




Share:
ASSALAMU'ALAIKUM.. SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA. AMBIL MANFAAT, BUANG YANG KURANG BERKENAN :)

Hit and Visitors

@yazid.ulwan / 2022. Diberdayakan oleh Blogger.

Kita dan Bangsa!

Kita dan Bangsa!
cintailah negerimu, bagaimanapun kesenanganmu dengan budaya di negeri sana, pastikan darah juang selalu lekat dihatimu

Labels and Tags

Labels

Catatan Pinggir

Menulis dalam sebuah wadah yang baik demi kebermanfaatan, ialah suatu 'kewajiban' bagi saya meski sepatah-dua patah kata saja. --Jejak--